Journal Asri


Sekarang ini pukul 00.18. Sudah sangat malam. Tapi gak tahan mau menuliskan apa yang ada di kepala. Beberapa waktu terakhir saya membaca dua buku yang keduanya bikin saya kangen ngeblog dengan lebih effortless.

Beberapa tahun terakhir, karena saya sering nulis review buku di Blog, bikin satu postingan aja beneran mikir dulu panjang. Seringnya gak pula dipos, jadi onggokan draft saja. Padahal dulu satu Paragraf saja tidak masalah buat diposting. Namanya juga blog pribadi jadi harusnya bebas aja. 

Tapi makin kesini makin berhati-hati buat bikin postingan di Blog.

Oiya. Dua buku yang saya baca adalah Teka Teki Gambar Aneh dan Supernova Petir. 

Di Teka-teki Gambar Aneh, diceritakan ada seorang laki-laki yang rutin posting di blog buat bikin memories bareng keluarganya. Tentu saja ini latarnya sebelum tahun-tahun sosial media semakin marak ya. Jujur cerita gambar yang diupload itu agak creepy, namanya juga buku misteri. Tapi poinnya adalah kangen suasana ngeblog tuh jadi sesuatu hal yang gak seharusnya effort banget disiapkan. 

Buku kedua Supernova Elektra berkisah tentang kehidupan Etra dan Mpret, dua mahluk aneh yang bekerja sama bikin warnet di Bandung medio 2000an. Gak ada cerita orang ngeblog sih. Malah bisa dibilang yang related ke blog adanya di buku Supernova terakhir (walaupun Supernova juga gak bisa dibilang blog). Tapi seru kayanya ya kalau throwback update isi kepala di blog lagi. Bukan InstaStory atau di Status WhatsApp (hehe yang ini saya gak pernah juga sih). 

Gara-gara baca dua buku itu, saya jadi ingin balik rutin ngeblog. Satu buku tambahan lainnya: buku Jonathan Haidth yang judulnya Anxious Generation. Ini baru satu bab aja selesainya. Tapi aku mau jadi contoh buat anak-anak ku. Contoh yang bagaimana: yang tidak jadi budak smartphone. Gak addictive yang sampai anxious kalau gak bawa HP dan selalu ingin melakukan sesuatu instead of bengong. 

Detox Medsos

Terus pekan ini saya sedang memulai detox sosial media. Saya hapus aplikasi medsos di HP saya. X, Threads, TikTok, deactive akun Instagram pribadi dan mengaktifkan hanya Instagram buat keperluan bisnis. Akun buku masih ada tapi saya login di iPad, rencananya sih biar kalau mau buka effort gitu hehe, jadi gak sering buka. KARENA ga buka medsos, jadi hilang media buat nulis panjaaang.

Rencananya perjalanan detox ini juga mau saya share deh di blog. Karena jujur susah banget buat menggantikan dopamine dari medsos dan kebiasaan scrolling. 

Jadi kayanya saya mau mulai coba lagi posting rutin walaupun isinya lebih mirip jurnal ceker ayam atau benang kusut isi kepala. 

Mari kita coba yaaa. 

Xoxo,

Asri

PS: gara-gara ini jadi tahu kalau di Blogger bahkan gak punya aplikasi di Appstore. LOL. 


Selamat lebaran semuanya! Minal Aidzin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin! Semoga kita semua kembali dipertemukan dengan Ramadan dan Lebaran tahun depan (Amiiin). Lebaran tahun ini adalah lebaran yang paling tidak berasa lebarannya LOL. Satu karena kami gak mudik ke kampung Mas Har, dua karena saya dapat libur Sabtu Minggu saja, tidak mengambil cuti. Jumat masih meeting kerja, Senin juga sudah kerja lagi. Tapi senang betul karena lebaran di rumah Ibu, bisa makan masakan Ibu di hari pertama lebaran bahkan buat buka puasa hari terakhir. Opor dan sambal goreng kentang Ibu gak ada lawan sih!

Setelah silaturahmi dengan tetangga terdekat, kami main ke Bandung! mumpung sepi kan! Hehe, agak bingung cari tempat ngopi yang sudah buka, adik-adik ingin mampir ke kafe kekinian di Bandung, jadilah kami ke Dago, kafenya di daerah Dago Pakar. Dari Cimahi ke Bandungnya enak banget di Jalan. Sepi, teduh (tapi teduhnya kayanya karena di Mobil aja haha, di luar lumayan berasa panasnya). Sampai Kafe kaget dikit ternyata tempatnya sudah ramai. Tapi gak perlu waiting list, jadi bisa langsung pesan (dan tentu lama banget sampainya karena pasti jumlah karyawan terbatas bagaimanapun juga hari pertama lebaran). Kami pesan kopi dan Pizza. Ngobrol-ngobrol bentar, anak-anak main, lalu pulang lagi ke Cimahi. Agak kaget ketika pulang di luar sedang antri orang-orang waiting list. Saya bilang ke Mas Har, memang ya kalau mau cari cuan, lebaran itu bisa jadi panen-nya pebisnis di bidang FnB, tapi juga kasihan karyawannya T.T semoga yang masuk di hari lebaran dapat kompensasi lebih banyak dan lebih baik dari pada hari biasanya. 

Gak cuma antrian di kafe ini yang panjang banget, mobil-mobil keluar Pasteur juga padat panjaaaang sekali. Belum lagi ketika kami keluar dari gerbang tol Baros, antrian mobil juga panjang sekali menuju tol. Sepertinya memang kami keluar di waktu yang tepat. Pulangnya juga tepat. Ashar sudah kembali di rumah dan melanjutkan mandatory eid activity: Tidur Siang. 

Pulang ke rumah jelang Margrib, beli kembang api (request Derana) dan main kembang api sebentar sebelum lanjut istirahat dan tidur. 

Walaupun tadi bilang ini gak terlalu berasa lebarannya, tapi saya suka juga nih lebaran yang kaya gini. Berasa break aja dari beragam aktivitas. 

xx

Asri







Help! Aku kecanduan baca Supernova haha! Setidaknya untuk dua buku Partikel dan Gelombang! yang masing-masing bisa kulahap dalam waktu tidak lebih dari 2 hari saja.

Buat yang belum tahu, Supernova ini series karya Dee Lestari. Total ada 6 buku. Buku pertamanya Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh terbit tahun 2001 alias 25 tahun yang lalu! Dan seri ini tuh dulu kayanya hype banget tapi gak tahu kenapa saya gak terpapar blas. Tau aja karena bukunya seliweran di perpus. Tapi belum tergerak untuk baca. 

Bulan Januari lalu saya dikirimkan dua buku Dee Lestari seri Supernova yang Republish, covernya baru dan dilengkapi dengan ilustrasi yang cantik sekali dalamnya. Ada dua buku yang saya terima: Partikel dan Gelombang, yang mana adalah buku ke-4 dan ke-5 dari seri supernova. Seri pertamanya ada di Perpustakaan Imakata. Tapi jujur agak maju mundur mau baca. Jadinya saya coba-coba saja baca Pertikel. Eh malah keterusan sampai bukunya beres gak sampai 24 jam! Ternyata memang gak perlu baca dari buku pertama buat baca buku-buku ini, walaupun katanya kalau buat buku terakhir (Intelegensi Embun Pagi) tetap direkomendasikan untuk baca dulu buku pertamanya. 

Setelah membaca buku Partikel, aku memutuskan mencoba baca Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh (KPBJ) dulu. Tapi ternyata butuh waktu yang lama banget buatku membaca KPBJ. 2 Minggu! haha. Lumayan bersyukur bacanya Partikel duluan karena kalau KPBJ duluan kok aku merasa malah belum tentu lanjut baca buku-buku lainnya. 

Kenapa susah dan lama banget baca buku pertama kayanya karena dipengaruhi alurnya yang pindah-pindah, teori-teori sainsnya juga kebanyakan sampai akhirnya aku bingung sendiri (sorry not sorry), terus yang paling menyebalkan adalah tema perselingkuhan antara Re dan Rana yang aduuuh gak sukaaa. Jadinya sebel sendiri bacanya. Tapi tetap bersyukur baca bukunya karena bertemu sosok Gio dan Diva, yang jadi plot penting di buku ke-5 yang mau saya baca: Gelombang. 

Gelombang diawali dengan hilangnya Diva si Bintang Jatuh dan pencarian tak berkesdahan Gio dan tim SAR setempat. Kalau tidak baca dulu buku 1 saya mungkin bingung mereka siapa. Sekarang saya penasaran baca Akar dan Petir. Tapi keduanya masih saya simpan dulu di keranjang lokapasar karena bulan ini saya sudah beli banyak sekali buku. Nanti deh menunggu gajian haha sekalian beli IEP juga supaya tuntas baca seriesnya. Sungguh perlu delayed gratification xixi supaya buku-buku yang sudah dibeli dibaca dulu satu per satu. 

Reviu bukunya masing-masing mau dibuat terpisah. Nanti ku akan edit lagi postingan ini supaya bisa menautkan tautan ke masing-masing reviunya! 

 


Tahun lalu saya membaca salah satu buku yang saya tunggu-tunggu sejak lama kehadirannya dalam Bahasa Indonesia. Franz Junghuhn Berkelana di Pulau Jawa, tulisan seorang Naturalis Jerman yang hidup di Indonesia pada masa kolonialisme. 

Saya mengenal Junghun lewat buku Naturalis Jerman di Tanah Priangan, terjemahan kepingan tulisan empat orang petualang dari Jerman yang sempat datang atau tinggal di Indonesia. Buku tersebut diterjemahkan oleh Malik Ar Rahiem. Buku ini, Frans Junghuhn Berkelana di Pulau Jawa pun diterjemahkan oleh Kang Malik. 

Buku ini cukup tebal, tapi saya menikmati sekali baca buku ini karena berasa diajak jalan-jalan keliling daerah dan pegunungan di Jawa ketika membaca halaman demi halaman di buku ini. 

Saya tidak akan bikin reviu panjang di postingan ini karenaaaa, saya justru mau membagikan pengalaman baca saya dalam format lain. 




Saya mencatat pengalaman baca kemarin di Goodnotes dan rasanya cakep juga kalau di PDF-kan supaya bisa dibaca teman-teman yang mau akses. Catatan baca ini sempat saya cetak terbatas untuk peserta Ngobrol Buku #2 di Imakata. Kalau kamu tertarik, kamu bisa unduh di sini ya: 

Kalau kamu tertarik untuk membeli buku-buku dari Project Junghuhn, kamu juga bisa kontak ke Admin Imakata untuk mendapatkan informasi harga dan ketersediaan buku. 

Sudah lama sekali tidak update apapun di blog ini :) Postingan terakhir saya di bulan Juli 2025. Sebulan sebelum saya memutuskan untuk kembali bekerja (yuhu kembali menjadi working mama). Ada banyak hal juga yang terjadi sepanjang Agustus - September - Oktober 2025. 

Salah satu yang major selain bekerja: Saya dan Mas Har membuka toko buku dan perpustakaan Independen. Rasanya harus bikin postingan terpisah buat cerita tentang ini. Nantiii yaa. 

Hari ini mau balik lagi ke blog buat update kehidupan yang rasanya melelahkan sekali. Tapi terus ketika sedang lelah banget, saya baca beberapa postingan di Instagram yang intinya kurang lebih begini: 

What a privilege to be tired from the work you once beg the universe for.
What a privilege to be tired by a challenge by a life you created on purpose.

Rasanya mau nangis banget membaca (+ mendengarkan ini), karena bagaimanapun juga kehidupan yang saya jalani sekarang adalah kehidupan yang dulu sekali pernah saya idam-idamkan. Untuk bisa bekerja tapi tetap dekat sama anak-anak, untuk bisa mengelola perpustakaan dan buka toko buku, untuk bisa sesekali ambil jeda, mengurus tanaman dan bunga-bunga, bisa jajan kopi tanpa khawatir besok harus makan bagaimana atau uang SPP anak-anak, juga bisa meluangkan waktu untuk membaca dan jurnaling di malam hari, atau sesekali menulis seperti ini. 

Kalau refleksi lagi, hidup saya tuh saat ini sudah sangat dimudahkan sama Allah dan saya benar-benar merasa jadi mahluk yang kurang bersyukur. Ini juga bukan usaha menapikan dan menepikan kelelahan yang memang saya alami, lelah fisik, lelah mental, lelah karena mental load sebagai orang tua dengan dua anak yang gak ada habisnya. Tapi tetap sajaa, rasanya pada satu titik seperti ini, saya harusnya banyak-banyak bersyukur. 




Postingan Lama Beranda

POPULAR POSTS

  • Review Asri: As Long As The Lemon Trees Grow karya Zoulfa Katouh
  • Membaca Bakat Menggonggong dan Mengintip Proses Menulis Dea Anugrah
  • Review Buku Angsa dan Kelelawar karya Keigo Higashino
  • Review Asri: Pengantin-pengantin Loki Tua karya Yusi Avianto Pareanom
  • Review Asri: Masquerade Hotel karya Keigo Higashino
  • Review Asri: Lauk Daun karya Hartari; Cerita yang Dekat Dengan Warga Kampung Kota
  • Review Asri - Holy Mother karya Akiyoshi Rikako
  • Review Asri - Tragedi Pedang Keadilan karya Keigo Higashino
  • [Review Asri] Atomic Habits - James Clear
  • [Review Asri] - Wizard Bakery karya Gu Byeong Mo

Arsip Blog

  • ▼  2026 (4)
    • ▼  Maret 2026 (2)
      • Uji Coba Jelang Q2 2026
      • Lebaran 2026
    • ►  Februari 2026 (2)
  • ►  2025 (25)
    • ►  November 2025 (1)
    • ►  Juli 2025 (2)
    • ►  Juni 2025 (4)
    • ►  Mei 2025 (5)
    • ►  April 2025 (2)
    • ►  Maret 2025 (2)
    • ►  Februari 2025 (3)
    • ►  Januari 2025 (6)
  • ►  2024 (8)
    • ►  November 2024 (1)
    • ►  Agustus 2024 (1)
    • ►  Juni 2024 (1)
    • ►  Mei 2024 (2)
    • ►  April 2024 (3)
  • ►  2023 (17)
    • ►  November 2023 (1)
    • ►  September 2023 (1)
    • ►  Juli 2023 (4)
    • ►  Juni 2023 (4)
    • ►  Maret 2023 (2)
    • ►  Februari 2023 (2)
    • ►  Januari 2023 (3)
  • ►  2022 (52)
    • ►  Oktober 2022 (2)
    • ►  September 2022 (12)
    • ►  Agustus 2022 (2)
    • ►  Juli 2022 (2)
    • ►  Juni 2022 (4)
    • ►  Mei 2022 (9)
    • ►  April 2022 (7)
    • ►  Maret 2022 (5)
    • ►  Februari 2022 (6)
    • ►  Januari 2022 (3)
  • ►  2021 (35)
    • ►  Desember 2021 (5)
    • ►  November 2021 (1)
    • ►  Oktober 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  Agustus 2021 (3)
    • ►  Juli 2021 (2)
    • ►  Juni 2021 (1)
    • ►  Mei 2021 (3)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  Maret 2021 (2)
    • ►  Februari 2021 (6)
    • ►  Januari 2021 (6)
  • ►  2020 (13)
    • ►  Desember 2020 (3)
    • ►  Agustus 2020 (4)
    • ►  Juni 2020 (3)
    • ►  April 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (1)
    • ►  Februari 2020 (1)
  • ►  2019 (14)
    • ►  November 2019 (1)
    • ►  Oktober 2019 (1)
    • ►  September 2019 (1)
    • ►  Agustus 2019 (2)
    • ►  Juli 2019 (2)
    • ►  Maret 2019 (3)
    • ►  Februari 2019 (2)
    • ►  Januari 2019 (2)
  • ►  2018 (15)
    • ►  Desember 2018 (4)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  Juli 2018 (1)
    • ►  Juni 2018 (1)
    • ►  Mei 2018 (3)
    • ►  Maret 2018 (3)
    • ►  Januari 2018 (2)
  • ►  2017 (20)
    • ►  November 2017 (2)
    • ►  Oktober 2017 (3)
    • ►  September 2017 (2)
    • ►  Agustus 2017 (4)
    • ►  Juli 2017 (4)
    • ►  Mei 2017 (3)
    • ►  Januari 2017 (2)
  • ►  2016 (65)
    • ►  Desember 2016 (2)
    • ►  September 2016 (2)
    • ►  Agustus 2016 (3)
    • ►  Juli 2016 (17)
    • ►  Juni 2016 (7)
    • ►  Mei 2016 (7)
    • ►  April 2016 (25)
    • ►  Februari 2016 (1)
    • ►  Januari 2016 (1)
  • ►  2015 (29)
    • ►  Desember 2015 (3)
    • ►  September 2015 (2)
    • ►  Agustus 2015 (13)
    • ►  Juli 2015 (4)
    • ►  Juni 2015 (1)
    • ►  Maret 2015 (2)
    • ►  Februari 2015 (1)
    • ►  Januari 2015 (3)
  • ►  2014 (29)
    • ►  Desember 2014 (8)
    • ►  November 2014 (6)
    • ►  Oktober 2014 (2)
    • ►  September 2014 (2)
    • ►  Juni 2014 (3)
    • ►  Mei 2014 (2)
    • ►  Februari 2014 (6)
  • ►  2013 (66)
    • ►  Desember 2013 (1)
    • ►  November 2013 (5)
    • ►  Oktober 2013 (7)
    • ►  September 2013 (7)
    • ►  Agustus 2013 (15)
    • ►  Juli 2013 (4)
    • ►  Juni 2013 (8)
    • ►  Mei 2013 (2)
    • ►  April 2013 (5)
    • ►  Februari 2013 (3)
    • ►  Januari 2013 (9)
  • ►  2012 (6)
    • ►  November 2012 (4)
    • ►  Oktober 2012 (2)
  • ►  2011 (8)
    • ►  Oktober 2011 (4)
    • ►  September 2011 (1)
    • ►  Maret 2011 (3)

Goodreads

Asri's books

Kejutan Kungkang
it was amazing
Kejutan Kungkang
by Andina Subarja
The Fine Print
liked it
The Fine Print
by Lauren Asher
Under One Roof
liked it
Under One Roof
by Ali Hazelwood
Lessons from Surah Yusuf
it was amazing
Lessons from Surah Yusuf
by Abu Ammaar Yasir Qadhi
Setelah membaca ini sampai selesai malam ini. Jadi paham kenapa Allah bilang kalau Kisah Yusuf ini salah satu kisah terbaik dalam Quran. Ada terlalu banyak pelajaran berharga dari kisah Yusuf. Dr. Yasir Qadhi mengawali buku ini dg sebab...
No Exit
liked it
No Exit
by Taylor Adams

goodreads.com

Blog Perempuan

Blog Perempuan

Cari Blog Ini

Kamu pengunjung ke

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © Journal Asri. Designed by OddThemes